
Gambaran Umum
Dinding abdomen terdiri dari otot-otot berlapis yang melindungi organ abdomen, mempertahankan postur, membantu pernapasan, dan menghasilkan gerakan seperti fleksi batang tubuh, pembengkokan lateral, dan rotasi. Tabel ringkasan ini memberikan tinjauan terstruktur yang jelas tentang semua otot abdomen utama dengan asal, insersi, aksi, dan persarafannya.
Untuk anatomi sektional, lihat lapisan dinding abdomen anterior. Untuk anatomi terkait selangkangan, lihat ligamentum inguinal dan kanalis inguinal.
Otot Datar Dinding Abdomen
Otot-otot ini membentuk tiga lapisan di setiap sisi: oblikus eksternus, oblikus internus, dan transversus abdominis.
Otot Datar
| Otot | Asal | Insersi | Persarafan | Aksi Utama |
|---|---|---|---|---|
| Oblikus Eksternus | Delapan iga bawah (5–12) | Linea alba; tuberkulum pubis; setengah anterior krista iliaka | Saraf torakoabdominal T7–T12 | Membengkokkan dan memutar batang tubuh; mengompres isi abdomen |
| Oblikus Internus | Fasia torakolumbal; krista iliaka; ligamentum inguinal | Iga inferior (10–12); linea alba; pubis | Saraf torakoabdominal T7–T12; L1 (iliohipogastrik dan ilioinguinal) | Membengkokkan batang tubuh; rotasi ipsilateral; mengompres isi abdomen |
| Transversus Abdominis | Fasia torakolumbal; krista iliaka; ligamentum inguinal; enam kartilago kosta bawah | Linea alba; krista pubis | Saraf torakoabdominal T7–T12; L1 | Mengompres dan menopang visera abdomen; penting untuk stabilitas inti |
Otot Vertikal Dinding Abdomen
Dua otot vertikal utama terletak dekat garis tengah dan terbungkus dalam selubung rektus.
Otot Vertikal
| Otot | Asal | Insersi | Persarafan | Aksi Utama |
|---|---|---|---|---|
| Rektus Abdominis | Simfisis pubis; krista pubis | Prosesus xifoid; kartilago kosta (5–7) | Saraf torakoabdominal T7–T12 | Membengkokkan batang tubuh; menstabilkan panggul; mengompres isi abdomen |
| Piramidalis | Krista pubis | Linea alba (bagian bawah) | Saraf subkosta (T12) | Mengencangkan linea alba |
Otot Dinding Abdomen Posterior
Otot-otot dalam ini menopang postur, pernapasan, dan stabilitas batang tubuh. Mereka juga berhubungan erat dengan anatomi pleksus lumbal.
Dinding Abdomen Posterior
| Otot | Asal | Insersi | Persarafan | Aksi Utama |
|---|---|---|---|---|
| Psoas Mayor | Tubuh dan prosesus transversus vertebra T12–L5 | Trokanter minor femur | Ramus anterior L1–L3 | Fleksi pinggul; menstabilkan tulang belakang lumbar |
| Iliakus | Krista dan fosa iliaka | Trokanter minor (melalui tendon iliopsoas) | Saraf femoral (L2–L3) | Fleksi pinggul |
| Kuadratus Lumborum | Krista iliaka; ligamentum iliolumbal | Iga ke-12; prosesus transversus L1–L4 | T12; ramus anterior L1–L4 | Fleksi lateral kolumna vertebralis; menstabilkan iga ke-12 selama pernapasan |
Diafragma (untuk konteks perbandingan)
Diafragma adalah otot utama pernapasan dan membentuk batas superior rongga abdomen.
| Bagian | Asal | Insersi | Persarafan | Aksi Utama |
|---|---|---|---|---|
| Bagian Sternum | Xifoid posterior | Tendon sentral | Saraf frenik (C3–C5) | Inspirasi |
| Bagian Kosta | Enam iga dan kartilago kosta bawah | Tendon sentral | Saraf frenik | Inspirasi |
| Bagian Krus | Tubuh L1–L3; ligamentum arkuata | Tendon sentral | Saraf frenik | Inspirasi; fungsi sfingter esofagus |
Anatomi Klinis dan Strategi Ujian
Otot-otot dinding abdomen kunci untuk memahami hernia inguinal, insisi abdomen, stabilitas inti, dan mekanika pernapasan. Untuk ujian, hafal arah serat (eksternal: tangan-di-saku; internal: berlawanan; transversus: horizontal) dan pola persarafan termasuk keterlibatan L1 untuk oblikus internus dan transversus abdominis. Integrasikan tabel ini dengan anatomi selubung rektus (selubung rektus) dan dinding abdomen posterior (dinding abdomen posterior) untuk revisi cepat.