
Gambaran Umum
Lidah mengandung otot intrinsik dan ekstrinsik yang bekerja sama untuk mengontrol bentuk, posisi, artikulasi, menelan, dan perlindungan saluran napas. Semua otot intrinsik dan sebagian besar otot ekstrinsik disuplai oleh saraf hipoglosus (CN XII), dengan satu pengecualian penting: palatoglosus, yang dipersarafi oleh saraf vagus (CN X). Ringkasan bernilai tinggi ini mencakup asal, insersi, aksi, dan persarafan untuk setiap kelompok otot.
Untuk orientasi regional, lihat anatomi lidah dan saraf hipoglosus.
Otot Intrinsik Lidah
Otot intrinsik mengubah bentuk lidah. Mereka sepenuhnya terkandung dalam lidah dan tidak memiliki perlekatan tulang.
Ringkasan Otot Intrinsik
| Otot | Orientasi | Aksi | Persarafan |
|---|---|---|---|
| Longitudinal Superior | Berjalan sepanjang dorsum dari pangkal ke apeks | Menggulung lidah ke atas; memendekkan lidah | Saraf hipoglosus (CN XII) |
| Longitudinal Inferior | Berjalan sepanjang bagian bawah dari akar ke apeks | Menggulung lidah ke bawah; memendekkan lidah | Saraf hipoglosus (CN XII) |
| Transversus | Berjalan dari septum median ke tepi lateral | Menyempitkan dan memanjangkan lidah | Saraf hipoglosus (CN XII) |
| Vertikal | Berjalan dari permukaan dorsal ke ventral | Meratakan dan melebarkan lidah | Saraf hipoglosus (CN XII) |
Otot Ekstrinsik Lidah
Otot ekstrinsik memposisikan lidah dengan menghubungkannya ke tulang dan jaringan lunak di sekitarnya. Mereka menggerakkan lidah ke atas, ke bawah, ke depan, dan ke belakang.
Ringkasan Otot Ekstrinsik
| Otot | Asal | Insersi | Aksi | Persarafan |
|---|---|---|---|---|
| Genioglosus | Spina mentalis superior (mandibula) | Dorsum lidah; badan hioid | Menjulurkan lidah; menekan bagian tengah; mencegah kolaps lidah | Saraf hipoglosus (CN XII) |
| Hioglosus | Badan dan tanduk besar hioid | Sisi lidah | Menekan dan menarik kembali lidah | Saraf hipoglosus (CN XII) |
| Stiloglosus | Prosesus stiloid (tulang temporal) | Sisi lidah | Menarik kembali dan mengangkat lidah; penting dalam menelan | Saraf hipoglosus (CN XII) |
| Palatoglosus | Aponenrosis palatina | Sisi lidah | Mengangkat lidah posterior; menutup ismus orofaringeal | Saraf vagus (CN X) melalui pleksus faringeal |
Ringkasan Persarafan
| Wilayah / Kelompok Otot | Saraf | Catatan |
|---|---|---|
| Otot intrinsik | Saraf hipoglosus (CN XII) | Semua otot intrinsik berbagi suplai motorik yang sama. |
| Otot ekstrinsik (kecuali satu) | Saraf hipoglosus (CN XII) | Genioglosus, hioglosus, stiloglosus. |
| Palatoglosus | Saraf vagus (CN X) | Satu-satunya otot lidah yang tidak disuplai oleh CN XII. |
Ringkasan Fungsional
- Protrusi: Genioglosus (utama).
- Retraksi: Stiloglosus + hioglosus.
- Elevasi: Stiloglosus; palatoglosus (lidah posterior).
- Depresi: Hioglosus; genioglosus (bagian tengah).
- Perubahan bentuk: Semua otot intrinsik.
Korelasi Klinis
Memahami persarafan otot lidah sangat penting dalam pemeriksaan neurologis dan evaluasi saluran napas.
- Lesi saraf hipoglosus: Lidah menyimpang ke sisi lesi saat protrusi karena aksi genioglosus sisi normal yang tidak tertandingi.
- Lesi CN X: Disfungsi palatoglosus dapat mengganggu elevasi lidah posterior dan penutupan ismus orofaringeal.
- Relevansi apnea tidur: Kelemahan genioglosus predisposisi kolaps lidah posterior.
- Disartria dan disfagia: Sering mencerminkan gangguan gabungan otot intrinsik dan ekstrinsik.
Untuk konteks anatomi yang diperluas, tinjau anatomi lidah dan jalur saraf hipoglosus.